AGRESIVITAS PELAJAR DAN HILANGNYA KETELADANAN GURU



Lagi sang guru ramai menjadi objek pembicaraan publik. Setelah dicerca dengan tunjangan sertifikasi guru yang dirasa publik belum ada perubahan signifikan dalam meningkatkan mutu peserta didik, sekarang ditambah dengan maraknya agresivitas pelajar yang makin berutal dan dianggap tidak wajar oleh publik. Kasus tawuran di SMAN 6 dan SMAN 70 Jakarta yang terjadi baru-baru ini cukup menjadi bukti kegagalannya system dan lembaga pendidikan dalam mendidik siswa/siswinya lebih bermoal dan beradab.Namun persoalannya apakah semua itu terjadi semata-mata kesalahan guru dalam mendidik yang dianggapnya tidak mampu memahamkan keilmuan dan minimnya keteladanan moral? Atau ada faktor lain yang mempengaruhinya?. Dan apakah kita cukup arif membebankan persoalan ini hanya pada sosok seorang guru yang harus bertanggung jawab?inilah persoalan yang dalam tulisan ini akan kita urai.



Semua sepakat bahwa Guru harus menjadi teladan bagi murid-muridnya. Guru yang baik tidak hanya mengajaran ilmu di kelas, tetapi bagaimana mengamalkan ilmu itu serta membimbing murid-muridnya di luar kelas. Namun perlu kita ketahui bahwa out put pendidikan tergantung pada tiga unsur di dalamnya yakni baiknya manejmen lembaga pendidikan, baiknya mutu guru dan baiknya input siswa. Proses pendidikan merupan peroses panjang dan berliku dan ada banyak faktor yang mempengaruhi keprimadian pelajar.

Pelajar merupakan subjek manusia yang hidup dan dinamis ia memiliki akal, keyakinan, perasaan dan lingkungan dan pola pendidikannyapun harus komprehenship menyentuh empat ranah tadi. Sekolah seideal apapun ia hanya mampu menyentuh ranah pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill) dan sikap (atitude). Dan untuk yang terakhir sikap (atitude) secara system pendidikan di Indonesia masih dalam tahap mencari bentuk yang terangkum dalam konsep pendidikan karakter bangsa.

Terkait dengan maraknya agresivitas dan keberutalan pelajar saat ini menurut hemat penulis disebabkan oleh empat faktor utama. Keempat faktor itu di antaranya: Pertama lemahnya soft skill guru.Seorang guru dituntut tidak saja memiliki kemampuan penguasaan metodik dan didaktik ansich akan tetapi harus mampu tampil sebagai sosok pribadi yang utuh.Guru harus luas pengetahuannya  juga harus mulia dalam prilaku dan akhlaknya sebab siswa melihat guru tidak sempalan melainkan seutuhnya. Ironisnya selama saya menjadi guru belum pernah ada undangan pelatihan moral atau budi luhur untuk guru, pelatihan-pelatihan saat ini lebih pada urusan administrasi dan teknik mengajar dan sangat mekanik..Kedua Sistem pendidikan yang tidak berorientasi moral.dalam system pendidikan kita saat ini nilai-nilai karakter dan akhlak mulia sifatnya ekstrinsik belum menyentuh pada hal yang subtansial sehingga wajar kalau out putnya pelajar itu agak represif dan mekanik.Ketiga lemahnya karakter dasar di keluarga. Siswa hadir di sekolah dengan membawa karakter dan nilai setengah jadi dan ini tentunya bentukan keluarga. Bagi anak sosok pribadi orang tua merupakan model dalam kehidupannya, pendidikan keluarga di Indonesia belum dikelola secara serius, padahal ini sangat urgen kita bisa belajar dari Malaysia di sana sebelum pernikahan itu ada pendidikan dan pelatihan pra nikah yang kurikulumnya menyangkut manejmen keluarga dan pola asuh anak.Keempat lingkungan social trutama media yang minim nilai edukasi. Kita tidak bisa menutup mata bagaimana kondisi lingkungan saat ini. Pergaulan bebas, pola hidup hedonis dan boros, serba material dan kering spiritual ditambah lagi bagaimana media trutama elektronik yang dalam penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) rata-rata tayangan televisi selama 24 jam hanya menyuguhkan nilai edukasi tidak lebih dari 0.4%. sementara pelajar saat ini hampir menghabiskan waktunya di duniya maya.pada akhirnya pendidikan anak bangsa merupakan tanggung jawab semua pihak sudah tidak arif lagi di antara kita saling mengkambing hitamkan.Wallahu’alam
Share this article :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. TEENEGER'S TRAINING CENTRE (T 2 C) - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger